tidurlah…


Pukul 02.30 am.

Dini hari.

“tidurlah…”

Begitu biasanya jika kau ingin mengakhiri percakapan dini hari kita.

“tidurlah, besok kau harus bangun pagi…”

Itu juga yang kau katakan jika aku masih tetap berkeras dengan keinginanku. Keinginan untuk melihatmu melalui kamera web sebelum kita mengakhiri obrolan kita.

Melihat dirimu yang kemudian muncul di layar, sungguh membuat aku seketika mampu tersenyum lebar. Melihatmu di seberang sana, tidur tengkurap dengan bantal di bawah dagu sambil jemarimu tak lepas menekan deretan huruf qwerty yang kemudian menghantarkan barisan kata2 yang seketika muncul di layar monitorku di sini hingga membuatku tertawa kecil. Masih kau ingat itu, Rindu? Kalau aku, tentu saja aku masih mengingatnya dengan jelas. Bahkan hingga sekarang.

Continue reading

7-11


bukan, bukan karena niru anak2 muda sekarang yang doyan bergaul dan nongkrong di sevel, namun yang bikin saya mampir kesana pagi ini dan pagi2 sebelumnya buat sarapan adalah, karena saya bisa bikin kopi sesuai selera saya sendiri dan satu lagi!! karena seven eleven mengingatkan saya pada tiga digit terakhit ponselmu, sayang~

0

selotip


satu lagi fungsi selotip segel pada toples kue kering yaitu agar kita diberi kesempatan berpikir dua kali sebelum sempat memakannya– *korek2 solatip pake ujung kuku*

Posted with WordPress for BlackBerry.