teh manis dingin


lalu kita sama2 memesan minuman yang sama;  segelas teh manis

aku pesan teh manis hangat, kau pilih es teh manis

kita kemudian saling diam, kucoba menatap ke dalam matamu mencari sisa cinta yang barangkali masih tercecer disana, namun matamu begitu beku, seperti teh manis dingin pilihanmu, yang hangatnya terbawa angin–

Advertisements

pergi dan tinggal


“baiklah, kuputuskan kau yang pergi dan aku yang tinggal” ucapmu

sementara itu aku memandang hamparan rumpun berduri yang tlah menanti tuk kulalui

“kenapa kau masih tak juga pergi?” tanyamu

“bukankah hamparan rumpun berduri akan lebih ringan jika kita arungi berdua?” usulku lewat tatapan mata

Posted with WordPress for BlackBerry.