disajakan berulang-ulang


airmataku tersesat pada halaman dua puluh sebuah buku puisi, dimana namamu dan namaku adalah sebuah kata haru yang disajakan berulang-ulang–
Advertisements

buram


kau tau, tuan, pagi-pagi sekali, setiba di meja kerjaku, surat yang pernah kau kirimkan dulu adalah pertama kali yang kutuju
dan seperti biasa, tulisannya tak pernah selesai kubaca, terlampau buram oleh genangan airmata–