takdir kenangan


“percuma kau lelah menulis sepasang nama dengan sebatang ranting pada permukaan tanah, namun hujan yang turun, serupa takdir yang menghapusnya kemudian.
…tak paham kah, jika sejak awal kalian berdua memang ditakdirkan sebagai kenangan?”
ujarnya sebelum gadis kecil itu kembali berlari-lari di pikiran saya–