pagi yang hambar


pernah kau rasakan pagi yang hambar, tuan? pagi dengan bau harum kopi dari cangkir yang begitu dingin, seperti kedatangan tanpa perjumpaan.
saya pernah merasakannya, tuan, pagi tiga hari yang lalu sebelum saya meninggalkan kotamu–

 

 

Advertisements

secangkir kopi mencibir


ketika seorang perempuan purapura lupa dan mengaku tak ingat lagi serta tak mau peduli pada lelaki yang pernah singgah di hatinya, secangkir kopi di hadapannya tibatiba mencibir–

membayangkan secangkir kopi


ketika kau bertanya aku paling suka membayangkan apa, demikianlah jawabku;
bila kau berkenan, kusamakan engkau dengan secangkir kopi, tuan,
adakalanya kudapati cangkir kopiku panas, kadang tlah menghangat dihebus angin, tapi sering kali juga dingin macam es kopi.
pahit manis rasanya, terserah bagaimana caraku meracik,
dan bagaimana cara menempatkan, itu pun berpulang dimana kuletakan engkau selayak anganku–